Selamat Datang…..

Dapatkan berbagai informasi terbaru mengenai Festival Mosintuwu yang akan di gelar pada 31 Oktober – 2 November 2019.

Evently

Stay Connected & Follow us

Simply enter your keyword and we will help you find what you need.

What are you looking for?

Good things happen when you narrow your focus
Welcome to Conference

Write us on info@evently.com

Follow Us

  /  Cerita Kami   /  Tentang Kami

Tentang Kami

Merupakan organisasi masyarakat akar rumput yang bekerja untuk perdamaian dan keadilan di Kabupaten Poso, bertujuan untuk kedaulatan masyarakat atas ekonomi, sosial, budaya dan politik. Berdiri sejak tahun 2009, bergerak bersama perempuan, anak-anak, anak muda, warga desa dan Pomatua Ada melalui program penelitian, pendidikan, pengorganisasian, media dan ekonomi solidaritas.

Penelitian : menginisiasi Ekspedisi Poso, perjalanan penelitian partisipatif bersama masyarakat, akademisi dan peneliti nasional dan internasionak; fokus pada isu lingkungan, ekonomi politik dan sosial budaya.

Pendidikan : mengembangkan pendidikan kritis bersama 523 perempuan di 80 desa dalam kelas Sekolah Perempuan; 507 masyarakat akar rumput di 22 desa dalam kelas Sekolah Pembaharu Desa; 40 tokoh agama di Sekolah Keberagaman; 168 anak-anak muda di Sekolah Rumah KITA / Jelajah Budaya; dan anak-anak melalui Perpustakaan Sophia dan Perpustakaan Keliling di 15 desa.

Pengorganisasian : mengorganisir tim Pembaharu Desa; mendirikan Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak; mengembangkan Lingkar Diskusi dan Aksi dalam merespon dinamika dan konteks masyarakat; Project Sophia untuk anak-anak.

Ekonomi Solidaritas : mengembangkan kebun desa Mosintuwu dengan sistem pertanian alamiah di 14 desa; dan Ekowisata.

Media : mendirikan Radio Mosintuwu, radio komunitas yang mengudara di frekuensi 107.7 FM ; menerbitkan majalah Mosintuwu, mengelola website mosintuwu.com dan festivalmosintuwu.id , serta media sosial di Youtube, Instagram, Twitter dan Facebook.

Sejak tahun 2014, paska Kongres Perempuan Poso yang pertama diselenggarakan, Institut Mosintuwu fokus pada aktivitas pembaharuan desa, bersama kelompok perempuan, anak muda dan pemerintah desa. Tercatat 200 lulusan Sekolah Perempuan Mosintuwu saat ini menjadi pemimpin di desa antara lain menjadi Kepala Desa, Anggota BPD, dan bentuk pengambil keputusan di desa; juga aktif menciptakan lapangan kerja serta melakukan advokasi hak layanan masyarakat dan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Gerakan masyarakat akar rumput yang diorganisir Institut Mosintuwu mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari berbagai pihak di tingkat nasional dan internasional, antara lain:

  • 2020 , Gusdurian Award diberikan kepada Institut Mosintuwu untuk kategori Komunitas Penggerak.
  • 2020 , People & Inspiration Award 2020 kategori perlindungan perempuan dan anak dari Berita Satu TV diberikan kepada Ketua Institut Mosintuwu
  • 2017, mendapatkan apresiasi dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak.
  • 2016, Maarif Award diberikan kepada Institut Mosintuwu
  • 2015, Penghargaan Indonesian Woman of Change 2015 dari Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia diberikan kepada Ketua Institut Mosintuwu karena dianggap meningkatkan kesetaraan gender di Indonesia.
  • 2014, Liputan 6 Award untuk Kategori Kemanusiaan dari Liputan 6 SCTV,
  • 2013, Ketua Institut Mosintuwu dinobatkan menjadi satu dari lima Tokoh Perekat Republik oleh Majalah Tempo.
  • 2012, Coexist Prize, penghargaan internasional gerakan interfaith dunia. Diberikan oleh Coexist Foundation-Inggris melalui pendiri Institut Mosintuwu
  • 2012, Majalah Gatra menunjuk program Sekolah Perempuan, menjadi salah satu dari 12 tokoh berpengaruh di Indonesia, khususnya di bidang pendidikan;
  • 2011, Lima Besar Cerita Perdamaian se-dunia, melalui program Sekolah Perempuan. Diberikan oleh Peace Portal, yang berpusat di Belanda 

Sejak tahun 2010, Sekolah Perempuan Mosintuwu dijadikan film dokumenter berjudul “The Peace Agency”, diproduksi oleh Spottedfrog Production, disutradarai oleh Sue Useem, dari Amerika Serikat, telah diputar di 40 negara di Asia, Amerika, Eropa dan Amerika Latin, termasuk Afganistan; memenangkan sejumlah penghargaan, dan menjadi pengantar dalam kurikulum perdamaian di  beberapa kampus.

Post a Comment