Selamat Datang…..

Dapatkan berbagai informasi terbaru mengenai Festival Mosintuwu yang akan di gelar pada 31 Oktober – 2 November 2019.

Evently

Stay Connected & Follow us

Simply enter your keyword and we will help you find what you need.

What are you looking for?

Good things happen when you narrow your focus
Welcome to Conference

Write us on info@evently.com

Follow Us

  /  Event   /  Warung Desa

Warung Desa

Menguatkan dan Merayakan Selera To Poso

Ituwu, onco arogo, dui, tape, inuyu, wajik, dange atau dumpi, beko adalah sebagian dari resep lokal yang akan dinikmati pengunjung di warung desa Festival Mosintuwu.

Desa-desa akan membuka warung yang menyajikan kuliner khas di Tana Poso. Kuliner ini disajikan dengan wadah dari alam dan khas desa. Warung desa di Festival Mosintuwu adalah akses makanan bagi peserta dan pengunjung festival. Menikmati makanan di warung desa Festival Mosintuwu bukan hanya soal kebutuhan konsumsi, tapi sebuah cara bersama merawat ingatan atas tanah, air dan hasil hutan yangtelah memberikan pangan dan diolah oleh desa.

Beberapa ketentuan bagi warung :  Bahan makanan yang disiapkan adalah kuliner khas kampung ; desa menyiapkan sendiri alat masak dan makanan tradisional; desa bertanggungjawab untuk kebersihan lokasi stand dan lokasi festival. Selaras dengan tema festival, Warung Nyami To Poso akan menggunakan  bahan-bahan alami dalam pengolahannya ( misalnya tidak menggunakan penyedap masakan ), dan dalam penyajiannya. Berbagai jenis dedaunan seperti pingku, daun pisang, irama kajoko, dan bahan alami lainnya harus menjadi pilihan kemasan dan penyajian. 

Resep-resep orang Poso yang sehari-harinya diwariskan di meja makan orang Poso akan hadir di Festival Mosintuwu, melalui warung desa. Warung desa dibuka sebagai sebuah gerakan bersama menguatkan dan merayakan warisan kuliner Poso.

Para pengunjung dan peserta festival bisa duduk santai menikmati kuliner Poso sambil berbincang tentang kekayaan alam dan keanekaragaman hayati orang Poso yang perlu dijaga dan dilestarikan. Karena itu warung desa di Festival Mosintuwu tidak menggunakan produksi massal rempah ( baca : penyedap makanan).

Post a Comment