Selamat Datang…..

Dapatkan berbagai informasi terbaru mengenai Festival Mosintuwu yang akan di gelar pada 31 Oktober – 2 November 2019.

Evently

Stay Connected & Follow us

Simply enter your keyword and we will help you find what you need.

What are you looking for?

Good things happen when you narrow your focus
Welcome to Conference

Write us on info@evently.com

Follow Us

  /  Event

Musik sebagai pilihan untuk menyuarakan ide-ide dan imajinasi tentang kehidupan masyarakat yang damai, dan adil, yang berdaulat atas kehidupan ekonomi, sosial, budaya dan politik. Festival Mosintuwu mempersembahkan para musisi yang membawa semangat itu. ROBI NAVICULA Robi, adalah vokalis grup musik Navicula , sebuah

ETNO BOTANI (PAMONA) DAN IKTILOGI DANAU POSO   umbuhan dan hewan yang hidup dan berkembang di Poso mempengaruhi kebudayaan masyarakatnya, antara lain terwujud pada arsitektur rumah, kuliner, dan sandang. Festival Mosintuwu membuka ruang untuk mengingat, merefleksikan untuk menguatkan kekayaan alam dan keanekaragaman hayati

oso mewariskan kebudayaan mengelola hasil alam dengan arif. Festival Mosintuwu menghadirkan para pengrajin yang masih mewarisi kearifan pengelolaan alam. Bertemu dengan para pengrajin , bukan hanya sebuah proses belajar menghargai kembali alam dan kearifan pengolahannya tapi juga merayakan tradisi pengolahannya.

Bersyukur atas Hasil Bumi, Berbagi untuk Kehidupan asa syukur atas kekayaan alam dan keanekaragaman hayati di Poso diekspresikan dalam salah satu kebudayaan Poso, Molimbu. Tradisi Molimbu, adalah tradisi makan bersama warga dengan membawa olahan masakan masing-masing dari rumah. Biasanya dilakukan pada

akanan yang memiliki cita rasa, adalah kombinasi dari hadirnya kekayaan alam yang tersedia dan ketrampilan mengelolanya . Memasak, dalam bahasa Pamona disebut Moapu, dengan kreativitas yang menguatkan dan merayakan kekayaan alam Poso dihadirkan di Festival Mosintuwu dalam bentuk kompetisi memasak.

ewariskan resep kuliner asli Poso adalah salah satu cara untuk memastikan kita kembali ke alam dan bumi terjaga. Hal ini karena bahan-bahan dalam kuliner Poso menggunakan berbagai jenis umbi-umbian, biji-bijian dan dedaunan yang ditanam organik atau tanpa mengekspoitasi tanah tempat